Tragedi Maut Simpang Patung Sapi Pandaan, Ketua DPRD Pasuruan Desak Evaluasi Total Lalu Lintas
Pasuruan, Narasiberita.co.id- Tragedi kecelakaan maut yang merenggut empat korban jiwa di Simpang Patung Sapi, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Selasa (7/7/2026), memicu keprihatinan berbagai pihak.
Menyikapi peristiwa tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat, mendesak dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem lalu lintas di kawasan yang selama ini dikenal rawan kecelakaan.
Menurut Samsul Hidayat, peristiwa tragis tersebut harus menjadi momentum bagi seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan pembenahan secara serius demi mencegah jatuhnya korban jiwa di kemudian hari.
“Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Perempatan Patung Sapi bukan kali pertama menjadi lokasi kecelakaan. Artinya, sudah saatnya dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap skema lalu lintas di kawasan tersebut agar tidak terus memakan korban,” tegasnya, Kamis (9/7/2026).
Politisi yang akrab disapa Lek Sul itu menilai tingginya angka kecelakaan di kawasan tersebut menunjukkan bahwa sistem pengaturan lalu lintas yang ada perlu dikaji kembali sesuai dengan kondisi lalu lintas saat ini yang semakin padat, terutama kendaraan berat yang melintas di jalur nasional.
Ia mendorong Pemerintah Kabupaten Pasuruan segera berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait, antara lain Satlantas Kepolisian, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN), serta Dinas Perhubungan untuk melaksanakan Audit Keselamatan Jalan (AKJ) secara komprehensif.
Menurutnya, audit tersebut diperlukan agar solusi yang dihasilkan benar-benar berdasarkan kajian teknis dan ilmiah, sehingga penanganan tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu memberikan perlindungan jangka panjang bagi pengguna jalan.
Selain itu, DPRD Kabupaten Pasuruan juga menyatakan siap memberikan dukungan terhadap berbagai kebijakan strategis, termasuk alokasi anggaran apabila hasil kajian merekomendasikan pembangunan fasilitas keselamatan tambahan, seperti pemasangan alat pengatur lalu lintas, rambu peringatan, penerangan jalan, maupun rekayasa lalu lintas lainnya.
Samsul berharap seluruh pihak dapat bergerak cepat melakukan evaluasi sehingga Simpang Patung Sapi tidak lagi dikenal sebagai titik rawan kecelakaan, melainkan menjadi kawasan yang aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan.
“Dengan sinergi antara pemerintah, kepolisian, dan penyelenggara jalan, kami berharap langkah-langkah konkret segera diwujudkan agar kejadian serupa tidak kembali terulang,” pungkasnya. (Eka)
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.


















