Lapas Curup Seleksi Narapidana Pengguna NAPZA untuk Program Rehabilitasi Berbasis Ketahanan Pangan

Rejang Lebong, Narasiberita.co.id | Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Curup melaksanakan assessment instrumen kelayakan dan penempatan rehabilitasi serta re-edukasi bagi narapidana pengguna NAPZA berbasis ketahanan pangan, Rabu (7/10/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Lapas Kelas IIA Curup dengan melibatkan Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Bengkulu dan Asesor Lapas Kelas IIA Curup.

Assessment dilakukan untuk mendapatkan gambaran mengenai kondisi, kebutuhan, serta tingkat risiko narapidana pengguna NAPZA.

Informasi tersebut menjadi salah satu dasar dalam menentukan kelayakan sekaligus penempatan narapidana ke dalam program rehabilitasi dan re-edukasi sesuai kondisi masing-masing.

Dalam prosesnya, Asesor Lapas Kelas IIA Curup bersama PK Bapas Kelas I Bengkulu menggali informasi dari narapidana melalui wawancara, verifikasi data, serta pengisian instrumen assessment.

Data yang diperoleh selanjutnya akan diolah dan dievaluasi sebagai bahan rekomendasi untuk menentukan narapidana yang memenuhi kriteria mengikuti program.

Program rehabilitasi dan re-edukasi berbasis ketahanan pangan tersebut diarahkan tidak hanya untuk mendukung pemulihan dari permasalahan penyalahgunaan NAPZA.

Kegiatan pembinaan juga menjadi wadah untuk membentuk keterampilan, kedisiplinan, rasa tanggung jawab, serta kemandirian narapidana melalui aktivitas produktif di bidang ketahanan pangan.

Kalapas Kelas IIA Curup, Untung Cahyo Sidharto, mengatakan assessment memiliki peran penting dalam menentukan bentuk pembinaan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan setiap narapidana.

“Assessment ini menjadi dasar dalam menentukan bentuk pembinaan yang tepat dan sesuai kebutuhan. Kami berharap program rehabilitasi dan re-edukasi nantinya dapat memberikan manfaat bagi narapidana, baik dalam proses pemulihan maupun dalam membangun keterampilan dan kemandirian sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat,” ujar Untung.

Pelaksanaan assessment berlangsung aman, tertib, dan lancar. Kegiatan ini sekaligus memperkuat kerja sama Lapas Kelas IIA Curup dan Bapas Kelas I Bengkulu dalam pelaksanaan rehabilitasi, re-edukasi, pembinaan, hingga reintegrasi sosial narapidana secara terarah dan berkelanjutan.

(Rian)

Tinggalkan Balasan