Ketua SBSI Beberkan Data TKBM, Bantah Klaim Gudang Indomarco Tak Serap Tenaga Kerja Lokal
Bengkulu, Narasiberita.co.id. – Ketua DPC Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Kota Bengkulu, Rendra Ginting, membantah tudingan massa aksi terkait operasional Gudang Indomarco di Kelurahan Betungan yang menyebut perusahaan tidak memberdayakan tenaga kerja lokal.
Menurut Rendra, pernyataan tersebut tidak sesuai dengan data yang dimiliki SBSI. Ia menyebut saat ini terdapat lebih dari 50 tenaga kerja bongkar muat (TKBM) yang bekerja di Gudang Indomarco Betungan, dan 27 di antaranya merupakan warga Kelurahan Betungan yang dibuktikan dengan KTP setempat.
“Mereka menyampaikan tidak ada warga sekitar yang bekerja di Gudang Indomarco. Itu tidak benar. Dari sekitar 50 lebih TKBM, ada 27 orang yang merupakan warga Betungan,” kata Rendra.
Rendra juga membantah pernyataan Koordinator Aksi, Megi Widodo, yang disebut menyampaikan bahwa dirinya tidak pernah bekerja di Gudang Indomarco.
Menurutnya, Megi justru pernah menjadi pengurus SBSI sekaligus bekerja sebagai tenaga kerja bongkar muat di gudang tersebut.
“Kami memiliki Surat Keputusan kepengurusan dan surat pengunduran diri yang ditandatangani yang bersangkutan. Jadi, kalau disampaikan tidak pernah bekerja di sini, menurut kami itu tidak sesuai fakta,” ujarnya.
Ia menegaskan, Megi tidak pernah diberhentikan dari SBSI maupun dari pekerjaannya sebagai TKBM. Rendra menyebut yang bersangkutan mengundurkan diri atas keinginan sendiri.
“Saya tidak pernah memecatnya. Dia sendiri yang mengundurkan diri. Semua dokumennya masih kami simpan,” katanya.
Merasa dirugikan atas pernyataan yang disampaikan dalam aksi tersebut, Rendra mengaku akan berkonsultasi dengan jajaran SBSI mengenai kemungkinan menempuh jalur hukum.
“Kami merasa dirugikan karena seolah-olah tidak mempekerjakan masyarakat lokal. Padahal datanya jelas ada. Kami akan berkonsultasi, dan jika memungkinkan akan mengambil langkah hukum atas pernyataan yang menurut kami tidak benar,” ujarnya.
Rendra menegaskan pihaknya masih membuka kesempatan bagi warga Betungan yang ingin bekerja sebagai tenaga kerja bongkar muat di Gudang Indomarco.
Ia mengaku telah menyampaikan hal tersebut kepada pemerintah kelurahan maupun pihak perusahaan.
“Kalau ada lima, sepuluh, bahkan sampai dua puluh orang warga sekitar yang ingin bekerja sebagai TKBM, kami masih membuka kesempatan. Silakan mendaftar sesuai mekanisme yang berlaku,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum tentu benar dan memanfaatkan kesempatan kerja yang tersedia.
Terkait aksi unjuk rasa tersebut, Rendra menduga terdapat kepentingan organisasi lain di balik tuntutan yang disampaikan. Menurutnya, setelah keluar dari SBSI, Megi Widodo bergabung dengan serikat pekerja lain.
Rendra menduga aksi tersebut bertujuan mengambil alih pengelolaan tenaga kerja bongkar muat di Gudang Indomarco yang saat ini masih berada di bawah SBSI berdasarkan penunjukan dari pihak Indomarco.
“Itu penilaian saya. Yang bersangkutan sekarang berada di serikat lain dan saya melihat ada keinginan menggantikan posisi kami. Padahal penunjukan pengelolaan tenaga kerja dilakukan oleh pihak Indomarco pusat. Kalau memang ada serikat lain yang ingin bekerja sama, silakan menempuh prosedur yang berlaku,” ujarnya.
(Nrl)
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.


















