Dosen UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Jadi Pembicara di Kuliah Umum Internasional The Ohio State University
Bengkulu, Narasiberita.co.id.- Prestasi akademik kembali ditorehkan Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu di tingkat internasional. Dosen Program Studi Tadris Bahasa Inggris, M. Arif Rahman Hakim, Ph.D., dipercaya menjadi pembicara dalam kuliah umum internasional yang diselenggarakan Buckeye Language Education Resource (BuckLER) Center, Department of Teaching and Learning, College of Education and Human Ecology, The Ohio State University, Amerika Serikat. (06/07/2026)
Keikutsertaan Dr. Arif dalam forum akademik bergengsi tersebut menjadi bukti pengakuan terhadap kapasitas akademisi UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu sekaligus memperkuat eksistensi perguruan tinggi Indonesia dalam percakapan ilmiah global, khususnya di bidang pendidikan bahasa.
College of Education and Human Ecology, The Ohio State University, dikenal sebagai salah satu fakultas pendidikan terbaik di Amerika Serikat dengan reputasi internasional dalam bidang riset, inovasi pedagogi, serta pengembangan kebijakan pendidikan.
Fakultas tersebut juga menempati peringkat ke-39 dunia versi QS World University Rankings dan aktif menjalin kolaborasi internasional di bidang pendidikan guru, pembelajaran bahasa, serta pendidikan multikultural.

Dalam kuliah umumnya, Dr. Arif mengangkat isu mengenai tantangan yang dihadapi guru bahasa asing di kawasan Asia Tenggara, terutama dalam konteks masyarakat multibahasa, kebijakan pendidikan, dan ketimpangan sumber daya.
“Tantangan guru bahasa asing di Asia Tenggara tidak dapat dilepaskan dari konteks multibahasa, kebijakan pendidikan, dan ketimpangan sumber daya. Karena itu, solusi yang ditawarkan harus kontekstual dan berkelanjutan,” ujar Dr. Arif.
Ia menjelaskan bahwa kondisi di negara-negara ASEAN menunjukkan pentingnya penguatan dukungan profesional bagi para guru, disertai kebijakan pendidikan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan lokal.
Menurutnya, pengembangan profesional guru tidak cukup dilakukan melalui pelatihan jangka pendek, tetapi harus dirancang sebagai proses berkelanjutan yang terintegrasi dengan praktik pembelajaran di kelas.
“Forum akademik internasional seperti ini merupakan ruang strategis untuk berbagi pengalaman regional sekaligus membangun kolaborasi lintas negara. Kehadiran akademisi Indonesia di tingkat global penting agar perspektif Asia Tenggara turut mewarnai diskursus pendidikan bahasa dunia,” tambahnya.

Selain itu, Dr. Arif menekankan pentingnya penerapan pendekatan pembelajaran yang inovatif, pemanfaatan teknologi pendidikan secara kritis, serta penguatan jejaring kerja sama regional dan internasional untuk meningkatkan kualitas pendidikan bahasa asing.
Partisipasi Dr. Arif dalam forum internasional ini sejalan dengan komitmen UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dalam mendorong internasionalisasi perguruan tinggi melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan kolaborasi global, serta kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat internasional.
Keberhasilan tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi sivitas akademika UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu untuk terus menghasilkan karya akademik yang berdampak serta memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai institusi pendidikan dunia.
(Nb)


















