PLN Ranai Diminta Buka Mata dan Telinga Hentikan Pemadaman Bergilir Ini
Natuna, Narasiberita.co.id. – Keluhan masyarakat terhadap buruknya layanan PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Ranai kian memuncak.
Warga mendesak pihak PLN untuk segera menghentikan program pemadaman listrik bergilir yang telah berlangsung lama dan sangat merugikan aktivitas sehari-hari.
Keresahan ini salah satunya disampaikan oleh Musa (30), warga Kecamatan Bunguran Timur.
Ia mengaku sudah kehilangan kesabaran karena pemadaman listrik yang terjadi berjam-jam tidak hanya mematikan lampu, tetapi juga melumpuhkan sektor komunikasi.
“Sekarang PLN mati lagi. Akibat padam berjam-jam, jaringan seluler (telepon dan internet) juga ikut hilang. Semua urusan jadi terkendala,” ujar Musa dengan nada kecewa saat ditemui di kediamannya, Minggu (3/5/2026) siang.
Bagi Musa, yang menggantungkan hidup sebagai penjual es batu, pemadaman listrik ini adalah pukulan telak bagi ekonomi rumah tangganya.
Dagangannya kerap mencair sebelum sempat terjual, yang berujung pada kerugian materiil.
“Inilah risiko berat bagi saya penjual es batu, jualan tidak laku dan merosot tajam karena es tidak bisa membeku kalau listrik mati terus,” tambahnya.
Ironisnya, di tengah carut-marutnya layanan energi di Natuna, pihak manajemen PLN Ranai terkesan menutup diri.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala PLN Ranai tidak memberikan respons saat dikonfirmasi oleh awak media melalui sambungan telepon maupun pesan singkat.
Muncul dugaan bahwa kontak awak media sengaja diblokir guna menghindari konfirmasi terkait permasalahan teknis yang sedang terjadi.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dan jajaran direksi PLN pusat memberikan perhatian serius terhadap kondisi krisis energi di Natuna. (Zani)
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.


















