Pelajar Nongkrong Hingga Dini Hari di Dekat Masjid, Satpol PP Kota Bengkulu Beri Pembinaan

Bengkulu, Narasiberita.co.id. – Warga RT 09 Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu, merasa resah akibat aktivitas sekelompok orang yang berkumpul hingga larut malam di depan rumah toko (ruko) dekat Masjid Nurul Hidayah, Jalan Hibrida X, pada Sabtu (14/03/2026).

Kegiatan tersebut telah berlangsung selama beberapa hari terakhir dan dinilai mengganggu kenyamanan warga, khususnya saat menjalankan ibadah sholat Tarawih serta waktu istirahat pada malam hari.

Pengurus RT 09 bersama tokoh masyarakat setempat sebelumnya telah beberapa kali memberikan teguran kepada kelompok tersebut.

Namun, teguran yang disampaikan tidak dihiraukan sehingga keresahan warga terus berlanjut.

Karena tidak ada perubahan, Pengurus RT 09 bersama Lurah Sidomulyo kemudian menyampaikan laporan kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bengkulu agar dilakukan penertiban.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas Satpol PP Kota Bengkulu bersama pihak kelurahan, pengurus RT 09 dan tokoh masyarakat mendatangi lokasi tempat berkumpulnya kelompok tersebut.

Setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui bahwa mereka merupakan para pelajar SMA/SMK yang berdomisili di luar Kelurahan Sidomulyo.

Para pelajar tersebut mengaku sudah beberapa hari terakhir berkumpul di lokasi tersebut untuk bermain game online hingga larut malam bahkan menjelang pagi.

Kepala Satpol PP Kota Bengkulu, Dr. Sahat Marulitua Situmorang, AP., MM, mengatakan pihaknya segera menindaklanjuti laporan masyarakat dengan melakukan pendekatan persuasif dan pembinaan kepada para pelajar tersebut.

Kami mengimbau kepada para pelajar agar tidak melakukan aktivitas yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat, terlebih di lingkungan permukiman dan di sekitar tempat ibadah, apalagi saat bulan Ramadan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa Satpol PP Kota Bengkulu akan terus merespons setiap laporan masyarakat terkait gangguan ketertiban umum demi menjaga kenyamanan warga.

Sementara itu, para pelajar tersebut mengakui kesalahan dan menyadari bahwa aktivitas mereka telah mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar. Mereka pun berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. (Nrl)

Tinggalkan Balasan