Takbir Menggema di Penutupan Retreat Merah Putih Angkatan VII
Bengkulu, Narasiberita.co.id. – Suasana Masjid Al-Anshor Sukarami, Kota Bengkulu, terasa berbeda pada Ahad sore (25/1/2026). Nuansa khidmat bercampur haru mengiringi penutupan Retreat Merah Putih Angkatan VII yang resmi berakhir dengan lantunan takbir menggema di dalam masjid.
Penutupan kegiatan ini dihadiri langsung oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, bersama Steering Committee Retreat Merah Putih, Ustaz Saeed Kamyabi. Turut hadir Amir Markaz Bengkulu, Haji Syahril Zainudin, yang memberikan nasihat penutup kepada seluruh peserta.
Dalam sambutannya, Herwan Antoni menegaskan bahwa program Retreat Merah Putih telah membawa dampak nyata dalam penguatan spiritual aparatur di Provinsi Bengkulu. Ia menyebut retreat ini sebagai salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi Bengkulu.
“Retreat Merah Putih ini telah menghadirkan keberkahan bagi Bengkulu. Ini adalah program andalan Pemerintah Provinsi Bengkulu dan insyaallah akan terus berlanjut. Bukan hanya untuk ASN, tetapi juga PPPK, seluruh instansi pemerintahan, hingga ke seluruh kabupaten dan kota,” ujar Herwan Antoni.

Momen penutupan semakin emosional ketika sesi pesan dan kesan dari para peserta berlangsung. Sejumlah peserta menyampaikan ungkapan ketulusan atas pengalaman spiritual yang mereka rasakan selama mengikuti retreat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur yang telah mencetuskan program ini. Kalau bukan karena program ini, mungkin kami semua masuk neraka. Setelah ikut program inilah kami serasa baru menjadi orang Islam,” ungkap salah seorang peserta, yang langsung disambut lantunan takbir oleh seluruh hadirin.
Peserta lainnya menyampaikan harapan agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan dengan durasi yang lebih panjang, mengingat besarnya manfaat yang dirasakan.
“Kami menyayangkan program ini hanya tiga hari. Kami ingin lebih. Kami ingin menjadi seorang muslim yang sejati dengan menjadi ahli masjid,” tuturnya.
Retreat Merah Putih Angkatan VII juga diikuti oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) Provinsi Bengkulu, Mif Tarul Ilmi, bersama 10 pejabat dan staf. Ia mengaku merasakan kekuatan kebersamaan dan nilai-nilai keislaman yang ditanamkan selama kegiatan berlangsung.
“Saya sangat berkesan dengan program ini. Kami benar-benar merasakan kebersamaan. Banyak ilmu baru yang kami dapatkan. Alhamdulillah, kami semua kompak sejak awal hingga akhir,” kata Mif Tarul Ilmi.
Sementara itu, Amir Markaz Bengkulu, Haji Syahril Zainudin, mengingatkan para peserta agar menjaga keistikamahan setelah retreat berakhir. Menurutnya, keberhasilan sejati dari retreat ini justru diuji ketika peserta kembali ke keluarga dan lingkungan masing-masing.
“Jagalah keistikamahan setelah pulang dari sini. Tunjukkan akhlak yang baik kepada keluarga, tetangga, dan masyarakat sekitar. Biarkan perubahan ini benar-benar terasa dan menjadi cahaya di lingkungan kita,” pesannya.
Dengan demikian, Retreat Merah Putih Angkatan VII resmi ditutup. Namun bagi para peserta, perjalanan spiritual yang sesungguhnya baru saja dimulai sebuah ikhtiar untuk menjaga keistikamahan, memperbaiki akhlak, serta menghadirkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan keluarga, lingkungan, dan ruang pengabdian sehari-hari.
(NH)
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.


















