Ketua SMSI Doni: Pemda Natuna Harus Transparan Jangan Takut Dikritik oleh Media

Natuna, Narasiberita.co.id. – Memasuki usia ke-27 tahun, Pemerintah Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), dorong untuk memperkuat keterbukaan informasi publik dan mempererat komunikasi dengan media massa.

Hubungan yang transparan dinilai menjadi kunci utama dalam membangun tata kelola pemerintahan yang akuntabel.

Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Natuna, Doni Papilius, meminta Pemkab Natuna agar lebih terbuka kepada insan pers dalam menyampaikan berbagai informasi krusial.

Hal ini mencakup kebijakan daerah, program pembangunan, penggunaan anggaran, hingga persoalan nyata yang dihadapi oleh masyarakat.

“Keterbukaan pemerintah terhadap media adalah pilar penting untuk membangun kepercayaan publik. Pemerintah daerah tidak perlu takut atau menghindar dari media, melainkan harus transparan dalam setiap kebijakan,” ujar Doni. Senin (12/10/2026).

Menurutnya, media memiliki fungsi ganda yang saling melengkapi. Selain menyebarluaskan program kerja pemerintah, pers juga menjalankan fungsi kontrol sosial untuk mengawasi jalannya pembangunan dan menyuarakan aspirasi masyarakat.

Oleh karena itu, hubungan kedua belah pihak harus dibangun secara profesional dan saling menghormati tanpa mengintervensi independensi jurnalistik.

Doni menegaskan bahwa keterbukaan informasi tidak boleh hanya terbatas pada kegiatan seremonial atau publikasi keberhasilan semata.

Informasi mengenai tantangan pembangunan, kendala pelayanan publik, hingga hambatan anggaran juga harus disampaikan secara jujur kepada masyarakat.

“Komunikasi yang terbuka dari Pemda sangat penting untuk mencegah kesenjangan informasi. Jika pemerintah minim memberikan penjelasan resmi, hal itu justru memicu spekulasi negatif di tengah masyarakat,” tambahnya.

Lebih lanjut, SMSI Natuna, mengingatkan bahwa pers bukanlah alat publikasi sepihak bagi pejabat daerah. Pers memiliki tanggung jawab moral untuk melakukan verifikasi di lapangan, mengangkat keluhan warga, serta memberikan ruang bagi kritik yang bersifat konstruktif.

Mengingat Natuna merupakan wilayah kepulauan dengan tantangan geografis yang besar—seperti masalah konektivitas transportasi, tingginya biaya logistik, dan layanan publik—kehadiran media yang kritis dan berimbang sangat dibutuhkan sebagai jembatan informasi.

Sebab itu, Doni, berharap Pemkab Natuna memberikan akses konfirmasi yang adil, cepat, dan responsif kepada seluruh awak media ketika memerlukan klarifikasi berita.
Momentum Evaluasi HUT ke-27 Natuna
Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Natuna tahun ini diharapkan menjadi momentum evaluasi bersama.

Kemajuan suatu daerah tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga dari kualitas tata kelola pemerintahan yang bersih dan informatif.

Di sisi lain, Doni juga mengingatkan para jurnalis di bawah naungan SMSI untuk tetap bekerja sesuai Kode Etik Jurnalistik (KEJ), selalu melakukan check and recheck, serta memberikan hak jawab yang berimbang.

“Di usia yang ke-27 ini, Natuna membutuhkan pembangunan yang ditopang oleh pemerintahan yang transparan dan masyarakat yang cerdas informasi. Sebab, keterbukaan adalah awal dari kemajuan daerah,” pungkas Doni.

Tinggalkan Balasan