Bencoolen Fest 2026 Sukses Gaet 22 Ribu Pengunjung, BI Dorong UMKM Naik Kelas
Bengkulu, Narasiberita.co.id. — Bencoolen Fest 2026 yang digelar Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Bengkulu selama tiga hari, 9–11 Oktober 2026, mencatat sekitar 22.000 pengunjung. Kegiatan ini yang berlangsung di Bencoolen Mall, Kota Bengkulu, tersebut juga membukukan transaksi penjualan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebesar Rp1.029.893.000 atau sekitar Rp1,02 miliar.
Capaian tersebut disampaikan Kepala Perwakilan BI Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, saat penutupan Bencoolen Fest 2026, Minggu (11/10/2026).
Wahyu mengatakan, jumlah pengunjung dan nilai transaksi tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap kegiatan yang memadukan promosi UMKM, kreativitas, serta pelestarian budaya daerah.
“Alhamdulillah, selama tiga hari penyelenggaraan Bencoolen Fest ini, kami mencatat antusiasme pengunjung yang luar biasa. Jumlah pengunjung mencapai sekitar 22.000 orang, dengan nilai penjualan sebesar Rp1.029.893.000,” ujar Wahyu.
Ia menjelaskan, nilai transaksi tersebut masih berpotensi bertambah karena proses rekapitulasi belum sepenuhnya selesai saat sambutan penutupan disampaikan.
Untuk mendorong peningkatan penjualan, BI juga menerapkan inovasi berupa pemberian suvenir dalam bentuk voucher belanja yang hanya dapat digunakan untuk bertransaksi di stan UMKM peserta Bencoolen Fest.
Skema tersebut diharapkan dapat memberikan dampak langsung terhadap penjualan produk lokal sekaligus mendorong pengunjung berbelanja di stan UMKM yang tersedia.
“Alhamdulillah, berdasarkan komunikasi kami dengan para pelaku UMKM, dalam sehari ada yang bisa bertransaksi hingga tiga sampai lima kali untuk barang-barang yang mereka siapkan,” katanya.
Selain mendorong aktivitas ekonomi, Bencoolen Fest 2026 juga menjadi wadah untuk memperkenalkan kekayaan budaya Bengkulu, termasuk batik dan kain tenun tradisional.
Menurut Wahyu, salah satu inovasi dalam penyelenggaraan tahun ini adalah peragaan busana yang melibatkan talenta lokal.
Kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan karya dan potensi daerah agar semakin dikenal, baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional.
“Bengkulu memiliki warisan budaya yang luar biasa. Tidak hanya batik, tetapi juga tenun yang sudah lama menjadi bagian dari kekayaan budaya kita. Ini perlu terus kita angkat dan kembangkan bersama,” ungkapnya.
Wahyu berharap Bencoolen Fest dapat kembali diselenggarakan pada tahun depan dengan melibatkan lebih banyak peserta, pelaku usaha, dan masyarakat.
Ia juga mengapresiasi dukungan pemerintah daerah, perbankan, perguruan tinggi, komunitas, pelaku UMKM, serta masyarakat yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu kunci untuk memperkuat ekosistem UMKM sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal.
Bencoolen Fest 2026 turut menghadirkan inisiatif wakaf produktif sebagai upaya menghubungkan aktivitas ekonomi dengan kegiatan sosial dan keagamaan.
“Melalui kegiatan ini, kita berharap sinergi yang sudah terjalin semakin kuat. Salah satunya melalui wakaf produktif yang kita lakukan, sehingga aktivitas ekonomi juga dapat memberikan manfaat sosial bagi masyarakat,” tuturnya.
Menutup sambutannya, Wahyu menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Bencoolen Fest 2026.
Ia juga mengharapkan masukan dan saran untuk menyempurnakan penyelenggaraan kegiatan pada tahun mendatang.
“Kami berharap Bencoolen Fest ke depan bisa lebih baik, semakin memberdayakan UMKM, serta melibatkan masyarakat dan berbagai pihak secara lebih luas,” pungkasnya.
Dengan capaian sekitar 22.000 pengunjung dan transaksi UMKM lebih dari Rp1 miliar, Bencoolen Fest 2026 diharapkan menjadi salah satu upaya berkelanjutan untuk memperluas pasar produk lokal, memperkuat ekonomi daerah, dan mempromosikan kekayaan budaya Bengkulu.
Penulis: Nrl
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.


















