Awal Harapan Baru: Satgas TMMD Ke-127 Mulai Bedah Rumah Ibu Siti Aisyah di Dusun Ngepreng

PASURUAN-Jatim, Narasiberita.co.id- Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-127 Kodim 0819/Pasuruan kembali memulai titik pengerjaan fisik baru.

Pada Rabu (25/2/2026), personel Satgas melaksanakan pembongkaran Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Ibu Siti Aisyah di Dusun Ngepreng RT 03 RW 03, Desa Wonosari, Kecamatan Gondangwetan.

​Pembongkaran ini bukanlah sekadar merobohkan bangunan lama, melainkan langkah awal transformasi hunian yang lebih bermartabat bagi keluarga penerima manfaat.

​Proses pembongkaran dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan warga sekitar. Struktur bangunan lama yang sebelumnya sangat memprihatinkan dan rentan roboh, kini dibersihkan untuk kemudian dibangun kembali dengan standar kelayakan hunian yang aman dan sehat.

​Para prajurit tampak bahu-membahu menyingkirkan material rapuh, sementara warga setempat turut memberikan dukungan tenaga sebagai bentuk solidaritas sosial yang kental di Desa Wonosari.

​“Rumah ini memang sudah tidak layak dan membahayakan penghuninya. Hari ini kami bongkar total untuk kemudian kami bangun kembali dari fondasi hingga atap. Ini adalah wujud nyata bahwa TNI hadir sebagai solusi di tengah kesulitan rakyat,” ujar Praka Arifin, anggota Satgas TMMD di lokasi.

​Melalui program TMMD Ke-127, rumah Ibu Siti Aisyah akan mendapatkan perbaikan total yang meliputi:

​Struktur Bangunan: Pembangunan fondasi dan dinding yang lebih kokoh.
​Sanitasi dan Sirkulasi: Penataan ventilasi dan pencahayaan agar rumah menjadi lebih sehat.
​Atap yang Aman: Penggantian kerangka atap untuk melindungi penghuni dari cuaca ekstrem.

​Bagi Ibu Siti Aisyah, kehadiran Satgas TMMD adalah jawaban atas penantian panjang untuk memiliki tempat tinggal yang layak. Program ini membuktikan bahwa TMMD tidak hanya menyasar pembangunan infrastruktur skala besar, tetapi juga menyentuh aspek kemanusiaan yang paling dasar, yaitu papan atau tempat tinggal.

​Kemanunggalan TNI-Rakyat yang terpancar dalam setiap butir keringat di lokasi pembongkaran ini menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan utama dalam membangun kemandirian desa. (Eka)