​Reses Komisi V DPR RI di Sidoarjo: Fokus Kesiapan Mudik Purabaya hingga Proyek KRL Surabaya-Sidoarjo 2027

​​SIDOARJO-Jatim, Narasiberita.co.id- Menjelang momentum mudik Lebaran 2026, puluhan anggota Komisi V DPR RI melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) spesifik ke Kabupaten Sidoarjo, Senin (23/2/2026).

Rombongan yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi V, Ridwan Bae, meninjau langsung kesiapan infrastruktur di Terminal Purabaya dan Bandara Internasional Juanda.

​Kedatangan delegasi parlemen ini disambut langsung oleh Sekdaprov Jatim Adhy Karyono, Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana, serta jajaran pejabat Kementerian Perhubungan.

​Dalam forum rapat koordinasi di Kantor Otoritas Bandara Wilayah III Juanda, Wakil Bupati Mimik Idayana memanfaatkan momentum tersebut untuk menyampaikan kondisi rill infrastruktur di Sidoarjo.

Ia menekankan bahwa sinergi pusat-daerah adalah kunci utama penyelesaian masalah yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.

​”Hampir setiap hari kami menerima keluhan masyarakat terkait jalan berlubang dan banjir yang belum tertangani optimal. Kami berharap ada dukungan penuh dari pusat terkait anggaran dan percepatan pembangunan agar akses transportasi di Sidoarjo semakin mudah dan aman,” ujar Hj. Mimik.

​Menanggapi keluhan tersebut, Ridwan Bae menegaskan bahwa Komisi V akan mendorong sinkronisasi program di sektor pekerjaan umum dan perhubungan.

Ia mengingatkan pentingnya klasifikasi tanggung jawab jalan (Kabupaten, Provinsi, dan Nasional).

​Keselamatan Publik: Pemerintah berkomitmen menekan angka kecelakaan akibat kerusakan infrastruktur.

​Aspirasi Daerah: Komisi V siap mengawal dukungan anggaran untuk perbaikan jalan nasional maupun bantuan teknis untuk jalan daerah.

​Fungsi Pengawasan: Memastikan proyek strategis di Jatim tidak hanya terencana, tapi terealisasi tepat waktu.

​Sekdaprov Jatim Adhy Karyono memaparkan data kemantapan jalan di Jawa Timur yang saat ini mencapai 98% (Jalan Nasional) dan 86% (Jalan Provinsi). Namun, fokus utama ke depan adalah penguatan transportasi massal guna mengurai kemacetan di kawasan metropolitan.

​Rencana Strategis Infrastruktur Jatim:

​KRL Surabaya-Sidoarjo: Ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2027 sebagai solusi moda transportasi berbasis rel yang efisien.
​Surabaya Raya: Pengembangan transportasi massal terintegrasi untuk mendukung posisi Jatim sebagai gerbang ekonomi Indonesia Timur.

​Kesiapan Mudik: Antisipasi lonjakan jutaan pemudik melalui penguatan infrastruktur di Terminal Purabaya dan Pelabuhan.

​Kunjungan kerja reses ini menghasilkan kesepakatan untuk memperkuat koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Pemprov Jatim, dan Kementerian terkait guna mempercepat realisasi proyek prioritas.

Penuntasan masalah banjir di Sidoarjo dan modernisasi moda transportasi rel menjadi catatan utama yang akan dibawa ke tingkat pusat. (Eka)