Gubernur Khofifah Salurkan Bansos Rp16 Miliar di Probolinggo: Penguatan Ekonomi Jelang Ramadan

PROBOLINGGO,Jatim, Narasiberita.co.od-Gubernur Jawa Timur, Hj. Khofifah Indar Parawansa, melakukan kunjungan kerja maraton di Kabupaten Probolinggo pada Senin (23/2/2026).

Selain menyalurkan bantuan sosial (bansos) bernilai fantastis, Gubernur bersama Bupati Probolinggo, dr. Mohammad Haris (Gus Haris), terlebih dahulu meninjau titik bencana banjir untuk memastikan percepatan pemulihan infrastruktur.

​Puncak acara berlangsung di Auditorium Madakaripura, dihadiri oleh jajaran Forkopimda, Wakil Bupati Probolinggo Fahmi AHZ, Sekda Ugas Irwanto, serta ratusan penerima manfaat.

​Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Restu Novi Widiani, merinci bahwa total bantuan yang digelontorkan untuk Kabupaten Probolinggo mencapai Rp16.018.700.000. Anggaran ini merupakan kolaborasi dua instansi besar:

​Dinas Sosial Prov. Jatim: Rp8,65 Miliar (Fokus pada perlindungan sosial individu).
​Dinas PMD Prov. Jatim: Rp7,443 Miliar (Fokus pada pemberdayaan ekonomi desa).

​Bantuan diserahkan secara simbolis kepada berbagai elemen masyarakat, mulai dari kelompok rentan hingga penguatan institusi desa:

​Sektor Sosial: ASPD (Disabilitas), PKH Plus (Lansia), Tali Asih Tagana, dan bantuan operasional TKSK.
​Sektor Ekonomi: Zakat Produktif untuk usaha mikro dan KIP Putri Jawara.
​Sektor Desa: * Desa Berdaya: Desa Pabean (Dringu) – Rp100 Juta.
​BUMDesa: Desa Alassapi (Banyuanyar) – Rp100 Juta.
​Jatim Puspa Plus: Desa Alastengah (Paiton), Desa Gending, dan Desa Tempuran – Total Rp201,5 Juta
​Bupati Probolinggo, dr. Mohammad Haris, mengapresiasi perhatian besar Pemprov Jatim terhadap warganya. Menurut Gus Haris, sinergi ini adalah kunci utama dalam menekan angka kemiskinan ekstrem di wilayahnya.

​“Kehadiran Ibu Gubernur bukan hanya membawa bantuan materiil, tetapi juga energi dan semangat luar biasa bagi masyarakat kami untuk bangkit, terutama pasca bencana banjir yang sempat melanda,” ujar dr. Mohammad Haris.

​Gubernur Khofifah menegaskan bahwa penyaluran ini sengaja dipercepat agar menjadi “bantalan” ekonomi bagi masyarakat menjelang bulan suci Ramadan.

​“Ramadan adalah momentum memperkuat solidaritas. Kami ingin bantuan ini meringankan beban keluarga sekaligus mendorong kemandirian melalui program seperti BUMDesa dan Jatim Puspa. Ketahanan desa adalah fondasi ketahanan ekonomi Jawa Timur,” tegas Khofifah.

​Acara diakhiri dengan sesi foto bersama dan doorstop media sebelum Gubernur melanjutkan agenda peninjauan infrastruktur lainnya di Jawa Timur. (Eka)