BI Bengkulu Ajak Wartawan Ekonomi Jadi Barista, Kupas Tuntas Ekosistem Kopi
Bengkulu, Narasiberita.co.id. – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Bengkulu memberikan pengalaman berbeda kepada puluhan wartawan ekonomi dengan menggelar pelatihan teknik penyeduhan dan penyajian kopi melalui praktik langsung menjadi barista di Kabupaten Rejang Lebong.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Pelatihan Wartawan Ekonomi yang berlangsung selama tiga hari, 7–9 September 2026.
Program ini menjadi salah satu upaya KPw BI Bengkulu dalam memperkuat pemahaman wartawan terhadap pengembangan ekonomi daerah, khususnya komoditas kopi Bengkulu dari sektor hulu hingga hilir.
Memasuki hari kedua pelatihan, para peserta diajak belajar langsung di Hutan Resort, kawasan Bukit Danau Mas Harun Bastari, Rejang Lebong. Di lokasi tersebut, wartawan mendapat pembekalan dari barista kelas nasional, yakni Nick, Bowok, dan Conti, yang berbagi pengalaman sekaligus mengajarkan teknik meracik kopi layaknya seorang bartender.
Barista Hutan Resort, Nick, mengatakan bahwa menjadi barista bukan hanya soal membuat kopi, tetapi juga memahami karakter biji kopi dan teknik penyeduhan yang tepat agar cita rasa terbaik dapat keluar dari setiap cangkir.
“Setiap kopi memiliki karakter yang berbeda. Karena itu, barista harus memahami takaran, suhu air, waktu seduh, hingga teknik pencampurannya agar rasa kopi tetap terjaga,” ujar Nick saat memberikan pelatihan.

Dalam sesi praktik, peserta tidak hanya menyaksikan demonstrasi, tetapi juga mencoba langsung proses penyeduhan kopi, mulai dari mengenal karakter kopi arabika, melakukan coffee tasting, mencampurkan kopi dengan susu, hingga membuat topping dan hiasan minuman.
Peserta dilatih memahami pentingnya ketepatan takaran, suhu air, teknik pengadukan, hingga proses pencampuran agar menghasilkan cita rasa kopi yang optimal.
Puluhan wartawan tampak antusias mengikuti setiap tahapan pelatihan. Pengalaman menjadi “barista sehari” ini memberikan perspektif baru tentang nilai tambah industri kopi, sekaligus memperlihatkan bahwa kualitas penyajian menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya saing kopi Bengkulu di pasar yang lebih luas.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu Wahyu Yuwana Hidayat, bersama jajaran KPw BI Bengkulu, di antaranya Kasi Humas Tulus dan Afri Johnson.
Wahyu Yuwana Hidayat menegaskan bahwa pelatihan ini dirancang agar wartawan tidak hanya memahami isu ekonomi dari sisi data, tetapi juga melihat langsung rantai nilai komoditas unggulan Bengkulu.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin wartawan memahami ekosistem kopi secara utuh, mulai dari hulu hingga hilir, sehingga dapat menyampaikan informasi yang lebih komprehensif kepada masyarakat,” kata Wahyu.
Melalui pelatihan tersebut, Bank Indonesia berharap wartawan ekonomi semakin memahami proses pengembangan komoditas kopi Bengkulu, mulai dari budidaya, pengolahan, hingga penyajian sebagai produk bernilai ekonomi tinggi.
(Nrl)
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.


















