Mian Ajak Pelaku Usaha Tambang Dukung Program Bantu Rakyat, Pemprov Genjot Optimalisasi PAD
Bengkulu, Narasiberita.co.id. – Wakil Gubernur Bengkulu Mian membuka Sosialisasi Pembinaan dan Pengawasan terhadap Pelaku Usaha Pertambangan Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) serta Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Bengkulu di Aula Merah Putih Kantor Gubernur Bengkulu, Selasa (14/7/2026).
Kegiatan tersebut diikuti 143 pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) MBLB dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu.
Sosialisasi ini bertujuan memperkuat pembinaan dan pengawasan terhadap pelaku usaha pertambangan, meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi, serta mengoptimalkan kontribusi sektor MBLB terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Mian menegaskan bahwa pengelolaan sumber daya alam Bengkulu harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Karena itu, ia mengajak seluruh pemegang IUP MBLB untuk ikut berkolaborasi mendukung berbagai program sosial Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui program unggulan Bantu Rakyat.
“Konsep Pak Gubernur melalui program Bantu Rakyat adalah menjadikan kita satu keluarga besar di Provinsi Bengkulu yang bersama-sama berbagi manfaat dari hasil bumi yang kita kelola untuk membantu masyarakat. Alhamdulillah, saat ini sudah ada beberapa pemegang IUP yang menyisihkan sebagian pendapatannya melalui Baznas Provinsi Bengkulu,” ujar Mian.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi kunci agar hasil pengelolaan sumber daya alam tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara nyata.
Sementara itu, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Bengkulu, Rico Yulyana, mengatakan sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat pembinaan dan pengawasan terhadap pelaku usaha pertambangan sekaligus meningkatkan kontribusi sektor MBLB terhadap pembangunan daerah.
Ia menjelaskan, melalui kegiatan tersebut pemerintah ingin membangun komitmen bersama agar seluruh pemegang IUP semakin patuh terhadap kewajiban perpajakan dan retribusi daerah.
Kepatuhan tersebut diharapkan mampu meningkatkan PAD yang selanjutnya digunakan untuk mendukung berbagai program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Melalui sosialisasi ini kami ingin membangun komitmen bersama agar para pemegang IUP semakin taat terhadap kewajiban perpajakan daerah. Dengan demikian, kontribusi sektor pertambangan dapat disinergikan untuk mendukung program Bantu Rakyat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bengkulu,” kata Rico.
Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap melalui pembinaan yang berkelanjutan dan meningkatnya kepatuhan pelaku usaha, sektor pertambangan mineral bukan logam dan batuan dapat menjadi salah satu sumber pendapatan daerah yang lebih optimal sekaligus memberikan manfaat nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Bengkulu. (Nb)
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.


















