Rehabilitasi SD Wangkal Wetan Pasuruan Diduga Melenceng: Tanpa Pasir Lumajang dan Alat Molen, CV Lubis Abdi Jaya Akui Pinjam Nama

PASURUAN-Jatim, Narasiberita.co.id- Proyek rehabilitasi SD Wangkal Wetan, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, kembali menjadi sorotan publik menyusul dugaan pengerjaan yang tidak memenuhi standar material.

Proyek APBD ini diduga kuat dikerjakan tanpa menggunakan pasir Lumajang yang merupakan spesifikasi material untuk cor struktur utama.

​Temuan ini diungkap saat penelusuran di lokasi pada Senin (22/11/2025). Seorang pekerja mengaku proses pengecoran kolom dan tulangan gantung dilakukan dengan bahan cor seadanya, tanpa pasir Lumajang, dan bahkan tanpa dukungan alat molen (diracik manual).

​Kontraktor Lepas Tangan, Konsultan Mengabaikan Saat dikonfirmasi, pihak yang disebut bertanggung jawab atas proyek dari CV Lubis Abdi Jaya justru memberikan pengakuan mengejutkan:

​”CV saya dipinjam oleh saudara Fahb…,” ujar Jibro, seolah mengabaikan tanggung jawab proyek yang menggunakan uang negara dan menyangkut keselamatan siswa.

​Kritik tajam juga dilayangkan kepada Konsultan Pengawas (CV Eka Design). Menurut keterangan pekerja, konsultan hanya hadir sekali saat proses enset (penentuan titik awal) dan setelahnya tidak pernah melakukan pengawasan lanjutan.

​Desakan Audit dan Kritik LSM
​Perwakilan LSM, Heri, menegaskan bahwa pelaksana proyek telah menyalahi aturan dan bertindak tidak profesional.

Ia secara keras menuntut tanggung jawab dari pihak-pihak terkait, termasuk Dinas Pendidikan.

​“Ini proyek negara, uang rakyat Pasuruan, bukan uang pribadi… Administrasi sudah jelas dilanggar, apalagi ini pekerjaan konstruksi sekolah. Bahayanya bukan main,” tegas Heri, Senin (1/12/2025).

​Dengan adanya dugaan penggunaan material di bawah standar dan lemahnya kontrol, masyarakat mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan segera turun tangan, melakukan evaluasi, dan mengaudit pelaksanaan proyek di lapangan demi menjamin keselamatan siswa. (Tim)