Gladak Korek Ambrol Diterjang Banjir, Warga Andongsari Kembali Bertaruh Nasib di Atas Getek

JEMBER-Jatim, Narasiberita.co.id- Intensitas hujan tinggi di wilayah hulu kembali membawa duka bagi warga Desa Andongsari, Kecamatan Ambulu. Jembatan penyeberangan Gladak Korek yang melintasi Kali Mayang kembali runtuh setelah diterjang banjir kiriman sepekan terakhir.

​Kondisi ini memaksa warga untuk kembali mengandalkan getek (rakit bambu) sebagai satu-satunya sarana transportasi menuju lahan pertanian dan kawasan Perhutani.

​Setiap kali hujan deras mengguyur wilayah hulu seperti Tempurejo, debit air Kali Mayang meningkat drastis. Arus yang kuat menghantam konstruksi jembatan sederhana tersebut hingga hancur. Bagi warga, kerusakan ini bukan sekadar kendala teknis, melainkan ancaman bagi mata pencaharian mereka.

​Aktivitas Vital: Warga menggantungkan hidup di seberang sungai untuk bertani, mencari rumput pakan ternak, hingga mengambil kayu.
​Masa Krusial: Saat ini warga sedang memasuki musim panen jagung, sehingga kebutuhan akan akses penyeberangan menjadi sangat mendesak.

​Meski jembatan kerap terseret arus, semangat gotong royong warga tidak pernah surut. Sulaiman (56), pengelola getek penyeberangan, menuturkan bahwa warga biasanya langsung bergerak cepat melakukan perbaikan mandiri.

​“Kalau sudah diterjang banjir, hari itu juga langsung kami perbaiki. Kasihan warga kalau sampai akses terputus lebih dari dua hari, aktivitas bisa lumpuh total. Kalau rusaknya tidak parah, setengah hari sudah bisa dilewati lagi, minimal motor bisa naik ke getek,” jelas Sulaiman.

​Dalam kondisi darurat saat arus masih besar, warga menerapkan sistem penyeberangan transisi:

​Jembatan Pendek: Warga memasang jembatan darurat sepanjang 2,5 meter.
​Konektivitas: Jembatan ini hanya berfungsi sebagai penghubung agar kendaraan roda dua bisa naik ke atas getek.
​Kondisi Ideal: Jembatan utuh baru akan dipasang kembali secara permanen setelah debit air sungai benar-benar turun dan stabil.
​Ketergantungan pada getek ini mencerminkan betapa besarnya harapan warga akan adanya infrastruktur permanen yang lebih kokoh agar roda ekonomi di Desa Andongsari tidak terus-menerus “hanyut” terbawa banjir. (Eka)

Tinggalkan Balasan