Cegah Banjir Susulan, DPUPR Probolinggo Terjunkan Excavator Long Arm Normalisasi Sungai Kertosono
PROBOLINGGO-Jatim, Narasiberita.co.id- Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Probolinggo melakukan langkah cepat mitigasi bencana di wilayah strategis. Sejak Senin hingga Selasa (23–24/2/2026), alat berat dikerahkan untuk melakukan pengangkatan sampah dan material sedimentasi di jalur Sungai Kertosono, Desa Rangkang, Kecamatan Kraksaan.
Langkah ini diambil sebagai bentuk normalisasi aliran sungai pasca-banjir guna memastikan kapasitas tampung air kembali optimal dan mencegah penyumbatan di titik-titik krusial.
Dalam operasi ini, DPUPR menerjunkan unit Excavator PC 200 Long Arm. Pemilihan armada ini bukan tanpa alasan; dengan jangkauan lengan yang lebih panjang dibandingkan alat berat standar, alat ini mampu mengeruk sampah dan sedimen di tengah sungai yang lebar tanpa merusak tebing sungai.
Kepala DPUPR Kabupaten Probolinggo, Hengki Cahjo Saputra, menegaskan bahwa fokus utama pengerjaan adalah titik-titik penyumbatan material bawaan arus banjir.
“Pengangkatan sampah dan sedimen ini sangat mendesak demi memperlancar debit air. Dengan excavator long arm, jangkauan pembersihan lebih maksimal sehingga potensi penyumbatan yang memicu banjir susulan dapat segera kita atasi,” jelas Hengki.
Tumpukan sampah plastik, kayu, hingga lumpur yang mengendap di badan sungai berisiko tinggi mengurangi penampang basah sungai. Jika dibiarkan, saat curah hujan tinggi kembali terjadi, air akan lebih cepat meluap ke pemukiman warga di Desa Rangkang dan sekitarnya.
Poin Penting Mitigasi DPUPR:
Normalisasi Aliran: Mengembalikan fungsi sungai sebagai saluran drainase utama wilayah.
Peningkatan Kapasitas: Mengurangi pendangkalan agar sungai mampu menampung volume air hujan yang ekstrem.
Edukasi Lingkungan: Menghimbau warga agar tidak menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah.
“Kami sangat mengharapkan partisipasi aktif masyarakat. Sehebat apa pun alat berat yang kami terjunkan, sungai tetap akan meluap jika perilaku membuang sampah ke aliran air masih terus terjadi. Kebersihan sungai adalah kunci keselamatan bersama,” tambahnya.
Hingga Selasa siang, arus Sungai Kertosono terpantau mulai lancar setelah tumpukan material yang menyumbat di area Desa Rangkang berhasil diangkat. DPUPR berkomitmen untuk terus memantau titik-titik rawan genangan di seluruh wilayah Kabupaten Probolinggo selama musim penghujan berlangsung. (Eka)
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.


















