Sinergi Cegah Rokok Ilegal, Danposal Serasan Dampingi Bea Cukai Sidak Toko Kelontong

Natuna, Narasiberita.co.id. – Penjabat Sementara (Pjs) Komandan Pos TNI Angkatan Laut (Danposal) Serasan, Serma Kom Buang Tony, turun langsung mendampingi tim Bea Cukai dalam sosialisasi pencegahan peredaran rokok tanpa pita cukai (ilegal) di sejumlah pusat perbelanjaan dan toko di wilayah Serasan, Kamis (16/4/2026).

Aksi jemput bola yang berlangsung mulai pukul 13.30 hingga 15.00 WIB ini merupakan respons cepat pihak berwenang atas informasi yang berkembang di masyarakat terkait dugaan maraknya rokok ilegal yang masuk ke wilayah perbatasan.

Dalam kegiatan tersebut, Serma Kom Buang Tony bersama tim Bea Cukai yang dipimpin oleh Bapak Yopi, memberikan edukasi langsung kepada para pemilik toko.

Sosialisasi mencakup cara mengenali ciri fisik rokok ilegal serta konsekuensi hukum berat yang membayangi para pengedar maupun penjualnya.

Lebih lanjut, Serma Kom Buang Tony menyoroti dampak domino dari peredaran barang ilegal ini.

Menurutnya, rokok tanpa cukai tidak hanya merugikan pendapatan negara dari sektor pajak, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat.

Rokok tanpa pita cukai tidak melalui pengawasan standar produksi yang ketat, sehingga risiko kesehatan bagi konsumen jauh lebih besar. Selain itu, ini menciptakan persaingan usaha yang tidak sehat bagi pedagang kecil yang jujur dan menaati aturan,” tegas Serma Kom Buang Tony, di sela-sela kegiatan.

Kehadiran personel TNI AL dalam agenda ini mempertegas komitmen aparat dalam menjaga stabilitas wilayah perbatasan dari kegiatan ilegal.

Selain Posal Serasan, kegiatan ini juga diperkuat oleh kehadiran personel Koramil 06 Serasan, Sertu Hendrik.

Ini adalah bentuk sinergi kami bersama instansi terkait untuk memastikan wilayah Serasan tetap kondusif. Kami ingin membangun kesadaran kolektif agar masyarakat tidak terjebak dalam praktik niaga yang melanggar hukum,” tambahnya.

Melalui pendekatan preventif dari toko ke toko ini, diharapkan peredaran rokok ilegal di wilayah Serasan dapat ditekan secara signifikan. Pantauan di lapangan menunjukkan kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan mendapat respons kooperatif dari para pelaku usaha setempat. (MZ)

Tinggalkan Balasan