Pemprov Bengkulu Gelar Rakor Forkopimda, Bahas Kesiapan Keamanan hingga Stok BBM Jelang Idulfitri

Bengkulu, Narasiberita.co.id. – Pemerintah Provinsi Bengkulu menggelar Rapat Koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Balai Raya Semarak Bengkulu, Ahad (8/3/2026).

Rapat ini membahas berbagai isu strategis menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, mulai dari keamanan dan ketertiban masyarakat, stabilitas harga bahan pokok, ketersediaan energi, hingga kesiapan pelaksanaan ibadah.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Bengkulu, Irjen Pol Mardiyono, menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah memetakan sejumlah potensi kerawanan menjelang Idulfitri.

Beberapa di antaranya adalah kepadatan lalu lintas, meningkatnya aktivitas di kawasan wisata, serta potensi tindak kriminalitas.

Polda Bengkulu telah menyiapkan personel serta memetakan titik rawan kemacetan dan kriminalitas di beberapa daerah agar situasi tetap aman dan kondusif selama Ramadan hingga Idulfitri,” ujarnya.

Sementara itu, Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Bengkulu mengingatkan pemerintah daerah agar mengantisipasi potensi kenaikan harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Lebaran.

Selain itu, perhatian juga perlu diberikan terhadap pemberian Tunjangan Hari Raya (THR), khususnya bagi tenaga non-ASN, serta pencegahan gratifikasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Ketua DPRD Provinsi Bengkulu, Sumardi, menekankan pentingnya menjaga stabilitas ekonomi daerah.

Ia mengingatkan agar pemerintah daerah memastikan ketersediaan bahan pokok dan distribusi energi tetap lancar sehingga tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat.

Selain itu, ia juga meminta pemerintah daerah mengantisipasi potensi kemacetan dengan memanfaatkan jalur alternatif yang telah diperbaiki.

Dari sektor energi, Pertamina memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Provinsi Bengkulu dalam kondisi aman. Berdasarkan data per 7 Maret, stok Pertalite, Pertamax, dan Biosolar masih mencukupi kebutuhan masyarakat. Pasokan tambahan juga terus masuk melalui Terminal BBM Pulau Baai untuk menjaga kelancaran distribusi.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, Saefudin, menyampaikan bahwa persiapan pelaksanaan ibadah Ramadan hingga Idulfitri telah dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah serta pengurus masjid.

Kementerian Agama juga telah mengeluarkan edaran mengenai besaran zakat fitrah sebesar 2,5 kilogram beras atau dalam bentuk uang yang disesuaikan dengan harga beras di masing-masing daerah.

Menutup rapat koordinasi tersebut, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menegaskan bahwa pemerintah ingin memastikan kehadiran langsung di tengah masyarakat menjelang Idulfitri.

Lebaran tahun ini kami ingin memastikan pemerintah benar-benar hadir di tengah masyarakat. Karena itu, daripada menggelar open house di kantor, kami memilih turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi masyarakat secara nyata,” kata Helmi Hasan.

Ia menambahkan, momentum Idulfitri harus dimanfaatkan untuk memastikan seluruh masyarakat mendapatkan perhatian pemerintah.

Momentum Idulfitri ini harus menjadi kesempatan bagi pemerintah untuk memastikan tidak ada warga yang tertinggal, baik dari sisi kebutuhan dasar, bantuan sosial, maupun kondisi infrastruktur di daerah,” ujarnya.

Helmi juga memastikan ketersediaan BBM di Provinsi Bengkulu dalam kondisi aman.

Distribusi BBM sudah kami cek bersama Pertamina, mulai dari pasokan kapal, transportasi darat hingga mobil tangki. InsyãAllah stok BBM cukup dan aman hingga setelah Lebaran,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan