Pemprov Bengkulu dan BI Perkuat Sinergi Dorong Investasi Daerah 2026

Bengkulu, Narasiberita.co.id. – Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama Bank Indonesia (BI) memperkuat sinergi untuk mendorong percepatan investasi daerah melalui kegiatan Bencoolen Investment Gathering (BIG) Regional Investment Relations Unit (RIRU) Provinsi Bengkulu Tahun 2026. Kegiatan ini digelar di Hotel Mercure Bengkulu, Senin (9/2/2026).

BIG RIRU 2026 secara resmi dibuka oleh Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu, R.A. Denni, mewakili Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu. Forum strategis ini mengusung tema “Bengkulu Siap Investasi 2026: Sinergi dan Akselerasi Proyek Unggulan”, dan diselenggarakan oleh Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bengkulu.

Dalam sambutan tertulis Sekda yang dibacakan R.A. Denni, Pemerintah Provinsi Bengkulu menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia atas inisiatif penyelenggaraan BIG RIRU sebagai wadah penguatan kolaborasi strategis antara pemerintah daerah dan pemangku kepentingan investasi.

Menurutnya, investasi merupakan instrumen penting dalam mendorong transformasi ekonomi daerah, tidak hanya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, menurunkan kemiskinan, serta meningkatkan nilai tambah sumber daya daerah secara berkelanjutan.

“Sejalan dengan arah kebijakan pembangunan daerah tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bengkulu memfokuskan pembangunan pada penguatan transformasi ekonomi, peningkatan produktivitas sektor unggulan, serta pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Dalam konteks ini, investasi menjadi katalis utama percepatan pembangunan,” ujar Denni.

Denni mengungkapkan, realisasi investasi di Provinsi Bengkulu masih menghadapi sejumlah tantangan. Dari target investasi tahun 2025 sebesar Rp11,5 triliun, realisasi yang tercapai masih berada di bawah 50 persen. Kendala yang dihadapi antara lain kesiapan proyek, kelengkapan dokumen pendukung, ketersediaan data tata ruang, serta keterbatasan infrastruktur penunjang.

Oleh karena itu, peningkatan investasi memerlukan koordinasi lintas perangkat daerah serta sinergi yang kuat antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.

Dalam hal ini, Regional Investment Relations Unit (RIRU) dinilai berperan strategis dalam memastikan proyek-proyek unggulan daerah siap ditawarkan kepada investor, khususnya menyongsong pembangunan tahun 2026.

Denni juga menegaskan bahwa Provinsi Bengkulu memiliki potensi besar di sektor perkebunan, pertanian, perikanan, pertambangan, serta pariwisata. Potensi tersebut dapat dioptimalkan melalui penguatan investasi berbasis hilirisasi, pengembangan kawasan industri, peningkatan konektivitas, dan penguatan jalur logistik strategis.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, memaparkan bahwa pada tahun 2025 realisasi investasi Bengkulu mencapai sekitar Rp3,03 triliun atau 26,32 persen dari target, lebih rendah dibandingkan capaian tahun sebelumnya.

Secara spasial, realisasi investasi masih terkonsentrasi di Kota Bengkulu, sedangkan secara sektoral didominasi oleh tanaman pangan, perkebunan dan peternakan, industri makanan, perdagangan dan reparasi, serta transportasi dan pergudangan.

Kondisi ini menunjukkan perlunya pemerataan investasi antarwilayah serta peningkatan kualitas proyek investasi daerah.

Bank Indonesia juga menyoroti pentingnya pengembangan Kawasan Industri Pulau Baai sebagai pusat hilirisasi dan logistik strategis.

Namun, pengembangannya masih menghadapi tantangan, terutama terkait studi kelayakan dan penyesuaian Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), sehingga memerlukan percepatan koordinasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kota.

Ke depan, arah investasi Bengkulu perlu difokuskan pada sektor prioritas, seperti hilirisasi dan industri pengolahan, ketahanan pangan dan agroindustri, pengembangan kawasan industri dan kawasan strategis, serta pariwisata berkelanjutan.

Penguatan infrastruktur, integrasi kawasan industri dengan pelabuhan, serta percepatan perizinan menjadi faktor kunci dalam meningkatkan daya tarik investasi daerah.

Menutup sambutannya, R.A. Denni mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi demi terwujudnya Bengkulu yang siap dan kompetitif sebagai tujuan investasi.

“Melalui forum BIG 2026 ini, kami berharap lahir gagasan dan rekomendasi strategis yang mampu mendorong percepatan realisasi investasi serta mendukung Bengkulu sebagai daerah yang siap dan ramah investasi,” pungkasnya. (Nb)

Tinggalkan Balasan