Pelaku UMKM di Natuna Terpuruk, Pedagang Keluhkan Minimnya Perhatian Pemerintah
Warung milik Pak Bujang, yang berada di Pantai Piwang, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau./zani
Natuna, Narasiberita.co.id. – Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya pedagang kaki lima di kawasan Pantai Piwang, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, mengeluhkan penurunan pendapatan yang drastis dalam beberapa waktu terakhir.
Ketua Serikat Pedagang Kaki Lima (Sripanglima) Natuna, Sudirman yang akrab disapa Pak Bujang, mengatakan kondisi ekonomi para pedagang saat ini jauh lebih sulit dibandingkan sebelumnya.
“Kalau dulu, waktu Covid-19 saja pendapatan bisa sampai Rp500 ribu sehari. Sekarang jangankan Rp500 ribu, Rp100 ribu saja susah didapat,” keluh Pak Bujang kepada Narasiberita.co.id, baru-baru ini.
Menurutnya, pemerintah sebenarnya telah menyediakan program bantuan permodalan bagi pelaku UMKM melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Namun, ia menilai program tersebut belum efektif dan belum benar-benar menyentuh kebutuhan para pedagang kecil.
“Bantuan KUR prosesnya rumit dan masih menggunakan agunan. Kalau begitu, lebih baik kami pinjam secara pribadi saja,” ujarnya.
Pak Bujang berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk membantu pelaku UMKM yang saat ini tengah menghadapi tekanan ekonomi di Kabupaten Natuna.
Keluhan serupa juga disampaikan Rogayah (42), salah seorang pedagang kaki lima di Kota Ranai, Kecamatan Bunguran Timur.
Ia mengaku pendapatannya selama satu tahun terakhir terus menurun dan tidak lagi mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Untuk memenuhi kebutuhan hidup bersama dua anaknya yang masih bersekolah di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Natuna, Rogayah terpaksa mencari pinjaman uang.
“Begitulah ceritanya bang, saya harus cari tempat pinjam uang, gali lubang tutup lubang untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar janda dua anak tersebut.
Rogayah berharap pemerintah daerah dapat lebih memperhatikan kondisi para pelaku UMKM, khususnya pedagang kecil yang menggantungkan hidup dari aktivitas berdagang di Kabupaten Natuna.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro Kabupaten Natuna belum memberikan keterangan resmi. Wartawan masih berupaya menghubungi pihak dinas terkait untuk mendapatkan konfirmasi lebih lanjut. (MZ)
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.


















