Mbin Cupik Mai Bioa: Makna Mendalam Tradisi Sakral Suku Rejang, Warisan Budaya yang Terus Dijaga
Rejang Lebong, Narasiberita.co.id | Tradisi adat Mbin Cupik Mai Bioa kembali dilaksanakan hari ini sebagai wujud pelestarian nilai-nilai budaya luhur Suku Rejang. Ritual sakral yang bermakna “awal mula bayi turun ke air” digelar hari ini, Selasa (7/1/2026), di Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Curup Timur.
Dalam prosesi tersebut, seorang bayi dimandikan di aliran Sungai Musi dengan penuh khidmat dan sarat makna budaya.
Prosesi adat ini diselenggarakan oleh Sanggar Benuang Sakti bersama Silat Rejang Pat Petulai sebagai bentuk komitmen nyata dalam menjaga dan merawat warisan budaya leluhur agar tetap hidup di tengah masyarakat modern.
Ritual Mbin Cupik Mai Bioa kali ini diperuntukkan bagi Arvael Raksananda Nayaka, putra pertama dari pasangan Andreas Derangga Saputra dan Susmita Sari. Dalam prosesi adat, sang bayi secara simbolis dimandikan di sungai sebagai bentuk perkenalan awal dengan alam semesta, sekaligus doa dan harapan agar kelak tumbuh sehat, kuat, berkarakter baik, serta tidak tercerabut dari akar budaya Rejang.

Ketua Umum Sanggar Benuang Sakti yang juga Ketua Umum Silat Rejang Pat Petulai, Aminudin, menyampaikan bahwa tradisi Mbin Cupik Mai Bioa mengandung nilai filosofis yang sangat dalam dan menjadi identitas masyarakat Rejang.
“Tradisi ini mengajarkan manusia untuk hidup selaras dengan alam sejak dini. Air adalah sumber kehidupan, dan melalui ritual ini kita menitipkan doa agar anak tumbuh dengan kekuatan lahir dan batin serta tetap menjunjung tinggi adat istiadat Rejang,” ujar Aminudin.
Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga keberlangsungan adat dan budaya.
“Pelestarian budaya bukan hanya tugas sanggar atau tokoh adat, tetapi tanggung jawab bersama. Jika adat kita jaga, maka jati diri orang Rejang akan tetap kokoh di tengah perubahan zaman,” tambahnya.

Sementara itu, Andreas Derangga Saputra, ayah dari Arvael Raksananda Nayaka, mengungkapkan rasa syukur atas terlaksananya prosesi adat tersebut.
“Kami bersyukur dan bangga dapat melaksanakan tradisi ini untuk anak kami. Ini adalah doa dan harapan agar Arvael kelak tumbuh menjadi anak yang sehat, kuat, serta mengenal dan mencintai budaya Rejang sejak dini,” tuturnya.
Pelaksanaan Mbin Cupik Mai Bioa hari ini mendapat perhatian masyarakat sekitar yang turut menyaksikan prosesi adat dengan penuh penghormatan.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi contoh sekaligus pengingat akan pentingnya menjaga dan melestarikan budaya Rejang sebagai warisan berharga bagi generasi mendatang. (Rian) Nb
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.


















