Jember “Gempur” Kemiskinan Ekstrem: Gus Fawait Bentuk Satgas Lintas OPD dan Siapkan Program Home Care

Jember, Narasiberita.co.id- Menanggapi data kemiskinan yang menempatkan Kabupaten Jember pada posisi pertama kemiskinan ekstrem di Jawa Timur, Bupati Jember Muhammad Fawait (Gus Fawait) resmi mengumumkan pembentukan Satgas Pengentasan Kemiskinan dan Suksesi Makan Bergizi Gratis (MBG).

​Langkah agresif ini diambil sebagai bentuk evaluasi atas penanganan kemiskinan selama satu dekade terakhir yang dinilai stagnan karena terlalu mengandalkan satu instansi secara parsial.

​Gus Fawait menegaskan bahwa persoalan kemiskinan ekstrem dan stunting memiliki akar masalah yang kompleks, sehingga tidak mungkin diselesaikan oleh Dinas Sosial sendirian.

​”Kemiskinan ekstrem tidak akan selesai jika hanya ditangani oleh satu OPD seperti Dinas Sosial saja, tidak akan mampu. Ini butuh penanganan bersama dengan cara yang tidak biasa (out of the box),” tegas Gus Fawait dalam agenda Pro Guse Update, Sabtu (31/1/2026).

​Struktur Komando Satgas:

​Koordinator: Kepala Dinas Sosial.
​Ketua Harian: Kepala Dinas Kesehatan.
​Jangkauan: Satgas akan dibentuk hingga level Kecamatan dan Desa/Kelurahan, melibatkan Camat, Korcam MBG, asisten pemerintah, staf ahli, hingga sinergi dengan TNI dan Polri.

​Satgas ini memiliki mandat besar untuk mengintegrasikan penurunan angka kemiskinan dengan indikator kesehatan lainnya, seperti Stunting, Angka Kematian Ibu (AKI), dan Angka Kematian Bayi (AKB).

​Salah satu program unggulan yang sedang disiapkan adalah Home Care, sebuah layanan jemput bola di mana tenaga kesehatan (nakes) akan mendatangi langsung rumah-rumah warga lansia dan disabilitas.

​Rencana Launching: 14 Februari 2026.
​Fokus Layanan: Perawatan kesehatan bagi kelompok rentan yang memiliki keterbatasan akses ke fasilitas medis.

​Evaluasi Tenaga Medis: Memaksimalkan kinerja dan evaluasi terhadap lebih dari 1.200 nakes di seluruh wilayah Jember.

​Guna memastikan Satgas tidak hanya menjadi simbol, Gus Fawait mewajibkan adanya pembaruan data dan laporan perkembangan setiap minggu.

​“Saya harus menerima laporan mingguannya; apa saja yang sudah dilakukan dan apa langkah selanjutnya. Kita pantau ketat progres penurunan angka kemiskinan dan efektivitas kerja Satgas di lapangan,” pungkasnya.

​Dengan sistem komando yang terintegrasi dari kabupaten hingga desa, Pemkab Jember optimis dapat mengubah wajah sosial-ekonomi daerah dan memberikan perlindungan nyata bagi warga yang berada di garis kemiskinan ekstrem. (Eka)

Tinggalkan Balasan