Dari Rejang Lebong ke Jepang: Misi Tulus Gustian Rama Fernandes untuk Diaspora di Tohoku
Jepang, Narasiberita.co.id | Amanah besar kini resmi diemban oleh Gustian Rama Fernandes, A.Md.Kep., sebagai Ketua DPW LN Partai Demokrat Tohoku untuk periode 2025–2030.
Putra asli daerah dari Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, ini menegaskan komitmennya untuk membawa perubahan nyata bagi masyarakat Indonesia di wilayah utara Jepang.
Melalui pesan bertajuk “Bersama Rakyat, Untuk Rakyat,” pria yang akrab disapa Tian ini mengajak seluruh elemen diaspora untuk memperkuat solidaritas. Baginya, memimpin organisasi di luar negeri bukan sekadar soal politik, melainkan bentuk pengabdian sosial bagi para pejuang devisa.
Fokus pada Aksi Nyata dan Perlindungan
Sebagai sosok dengan latar belakang pendidikan keperawatan (A.Md.Kep.), Gustian memahami pentingnya aspek kesejahteraan dan perlindungan bagi warga negara Indonesia (WNI) di perantauan. Ia berkomitmen menjadikan organisasi sebagai wadah advokasi yang inklusif.
“Kami hadir untuk mendengar dan memberikan yang terbaik. Kekuatan organisasi terletak pada seberapa besar manfaat yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Kami ingin menjadi bagian dari solusi atas tantangan yang dihadapi rekan-rekan di Jepang,” ujar Gustian.
Memperkuat Solidaritas di Wilayah Tohoku
Kepemimpinan Gustian diharapkan mampu menjangkau wilayah strategis di Tohoku, seperti Miyagi, Fukushima, Iwate, hingga Aomori, dengan semangat “Pilihan Rakyat, Abdinya Rakyat.”
Ia menekankan beberapa poin kunci dalam visinya:
Jembatan komunikasi: Menghubungkan aspirasi diaspora dengan kebijakan yang mendukung hak-hak pekerja dan pelajar Indonesia di Jepang.
Solidaritas sosial: Membangun jaringan gotong royong antarwarga Indonesia untuk meminimalkan kendala bahasa, budaya, maupun hukum.
Kontribusi berkelanjutan: Memastikan setiap program kerja memiliki dampak jangka panjang, bukan sekadar seremonial.
Dengan membawa semangat ramah dan pekerja keras khas “Bumi Pat Petulai,” langkah Gustian ini diharapkan menjadi babak baru bagi penguatan komunitas Indonesia di luar negeri yang lebih solid, mandiri, dan bermartabat. (Rian) Nb
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.


















