Akselerasi Trans Jatim di Pasuruan: Muhammad Zaini Tekankan Urgensi Transportasi Publik Terintegrasi

Pasuruan-Jatim, Narasiberita.co.id- Kehadiran Bus Trans Jatim di wilayah Kabupaten Pasuruan dinilai sebagai kebutuhan mendesak yang sudah lama dinantikan masyarakat.

Hal ini ditegaskan oleh Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Pasuruan, Muhammad Zaini, saat memimpin kunjungan kerja guna memastikan kesiapan tata kelola layanan transportasi massal tersebut, Rabu (1/4/2026).

​Rombongan pimpinan legislatif Pasuruan ini diterima langsung oleh Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Ainur Rofiq, sebagai otoritas teknis pengelola Trans Jatim.

​Muhammad Zaini menyebut bahwa pengembangan transportasi publik bukan sekadar penyediaan armada, melainkan strategi besar untuk meningkatkan mobilitas warga dan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi daerah.

​“Masyarakat sudah lama berharap adanya transportasi publik yang terintegrasi, nyaman, dan terjangkau. Kunjungan ini adalah langkah awal kami untuk memastikan Bus Trans Jatim bisa segera mengaspal di Kabupaten Pasuruan demi mempermudah pergerakan warga antarwilayah,” ujar Zaini.

​Secara geografis, Kabupaten Pasuruan memiliki posisi vital sebagai simpul konektivitas utama di Jawa Timur.

Namun, potensi ini dinilai belum optimal karena keterbatasan transportasi umum yang layak, sehingga masyarakat masih sangat bergantung pada kendaraan pribadi.

​Dampak Keterbatasan Transportasi Umum:

​Kepadatan Lalu Lintas: Meningkatnya volume kendaraan priba

​Biaya Tinggi: Beban ekonomi masyarakat untuk mobilitas harian menjadi lebih mahal.

​Konektivitas Terbatas: Akses antar-kecamatan maupun antar-kota yang belum terhubung secara efisien.

​Dalam diskusi bersama Dishub Jatim, Zaini menekankan bahwa mekanisme koordinasi antara Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Provinsi adalah kunci utama keberhasilan program ini.

Beberapa poin krusial yang dibahas meliputi:

  • ​Penataan Rute: Menentukan jalur strategis yang bersinggungan dengan pusat aktivitas warga.
  • Infrastruktur Pendukung: Kesiapan halte, rambu, dan fasilitas park and ride.
  • ​Integrasi Moda: Menghubungkan Trans Jatim dengan angkutan kota/desa (feeder) agar jangkauannya lebih luas.

​”Penataan rute dan kesiapan infrastruktur harus segera ditindaklanjuti dalam bentuk kebijakan konkret. Kami di DPRD akan terus mendorong agar integrasi moda ini benar-benar matang sebelum diluncurkan,” pungkas politisi senior tersebut. (Eka)

Tinggalkan Balasan