RKPD 2027 Kota Pasuruan: Usulan Fisik Mendominasi di Tengah Tantangan “Terjun Bebas” Fiskal Daerah
Kota Pasuruan -Jatim, Narasiberita.co.id-Pemerintah Kota Pasuruan mulai memetakan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027 melalui serangkaian Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
Meski ribuan aspirasi tertampung, Pemkot dihadapkan pada realitas keterbatasan anggaran yang cukup menantang.
Data hasil Musrenbang menunjukkan dominasi usulan masyarakat masih tertuju pada pembangunan infrastruktur dengan total 437 usulan. Angka ini jauh melampaui usulan pembangunan manusia (198 usulan) dan sektor ekonomi (120 usulan).
Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, menilai tingginya usulan fisik merupakan hal yang wajar dalam persepsi publik.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan sering kali diukur dari infrastruktur yang manfaatnya langsung terlihat dan dirasakan.
“Masyarakat biasanya melihat pembangunan dari hal-hal yang kasat mata, seperti jalan atau jembatan. Itu menjadi indikator utama bagi mereka. Namun, kami harus mengingatkan bahwa usulan ini tidak serta-merta bisa direalisasikan seluruhnya,” ujar Mas Adi—sapaan akrab Wali Kota—Sabtu (28/3/2026).
Politisi Golkar tersebut mengungkapkan bahwa perencanaan tahun 2027 harus disusun dengan sangat hati-hati.
Hal ini berkaca pada kondisi fiskal Kota Pasuruan tahun 2026 yang mengalami penurunan signifikan atau “terjun bebas”.
Penyebab Penurunan Fiskal:
Dana Transfer Keuangan Daerah (TKD): Terjadi pengurangan alokasi dari pemerintah pusat.
DBHCHT: Penurunan penerimaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau yang selama ini menjadi salah satu penopang anggaran daerah.
“Sebagus apa pun perencanaan, jika tidak didukung kemampuan anggaran yang memadai, tentu tidak bisa dijalankan secara optimal. Kami harus realistis dan selektif,” tegasnya.
Di tengah keterbatasan fiskal, Pemkot Pasuruan tetap mengunci sejumlah proyek strategis yang dinilai memiliki efek domino bagi ekonomi daerah. Salah satu fokus utamanya adalah pengembangan Jalur Lingkar Utara (JLU).
Target Utama JLU:
- Penguatan Kawasan Industri: Mempercepat realisasi zona industri di wilayah Utara.
- Pertumbuhan Ekonomi: Menciptakan pusat keramaian dan akses logistik baru.
- Kesinambungan Pembangunan: Menjaga agar proyek strategis tetap berjalan meskipun anggaran terbatas.
”JLU tetap menjadi prioritas untuk penguatan ekonomi wilayah utara. Harapannya, proyek ini bisa menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru bagi Kota Pasuruan di masa depan,” pungkas Wali Kota Adi Wibowo. (Eka)
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.


















