AMJ Resmi Deklarasi, Santunan Yatim Piatu Jadi Simbol Kepedulian

Bengkulu, Narasiberita.co.id – Rangkaian deklarasi Asosiasi Media dan Jurnalis (AMJ) yang digelar di Hotel Mercure Bengkulu tidak hanya diisi dengan agenda organisasi dan penguatan visi kelembagaan.

Dalam momen tersebut, AMJ juga memfasilitasi pemberian santunan kepada 50 anak yatim piatu sebagai wujud komitmen sosial sejak awal berdiri.

Santunan berupa uang tunai diserahkan secara simbolis oleh Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi bersama Kakanwil Kementerian Agama, Kapenrem 041 Gamas, Kabid Humas Polda Bengkulu, unsur Forkopimda, serta Ketua AMJ Wibowo Susilo.

Penyerahan berlangsung sederhana dan khidmat, disaksikan para pengurus, anggota AMJ, serta tamu undangan yang hadir.

Ketua AMJ Wibowo Susilo mengatakan, kegiatan santunan sengaja menjadi bagian dari rangkaian deklarasi agar organisasi tidak hanya fokus pada visi besar, transformasi digital, dan penguatan profesionalisme jurnalis.

Kami ingin AMJ tetap membumi. Setinggi apa pun gagasan yang kita bawa, organisasi ini harus punya kepekaan sosial. Media dan jurnalis lahir dari masyarakat, jadi kami tidak boleh jauh dari mereka,” ujar Wibowo.

Menurutnya, kepedulian sosial menjadi pengingat bahwa isu kesejahteraan adalah persoalan nyata, baik bagi masyarakat luas maupun bagi insan media. AMJ, kata dia, ke depan tidak hanya berorientasi pada peningkatan kapasitas dan kompetensi anggota, tetapi juga memperjuangkan kesejahteraan jurnalis.

Kami ingin anggota AMJ tumbuh profesional, tapi juga sejahtera. Organisasi ini harus mampu memperjuangkan peningkatan kapasitas sekaligus kesejahteraan anggotanya. Kalau insan medianya kuat dan sejahtera, kontribusinya untuk publik juga akan lebih baik,” tambahnya.

Bagi AMJ, kegiatan santunan tersebut bukan sekadar pelengkap seremoni deklarasi. Momentum itu dimaknai sebagai langkah awal membangun identitas organisasi yang adaptif terhadap perkembangan digital, namun tetap memiliki tanggung jawab sosial.

Melalui kegiatan yang menyentuh langsung masyarakat, AMJ ingin menegaskan bahwa kolaborasi yang diusung tidak hanya berhenti di ruang redaksi atau platform digital. Lebih dari itu, kolaborasi juga diwujudkan dalam nilai kemanusiaan, kepedulian, dan komitmen untuk tumbuh bersama masyarakat. (Nrl)

Tinggalkan Balasan