Pidato di WEF 2026: Presiden Prabowo Tegaskan Perdamaian, Stabilitas, dan Kesejahteraan Rakyat sebagai Pilar Masa Depan Indonesia

Jakarta, Narasiberita.co.id.- Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan pidato kunci pada World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos, Swis, Kamis (22/01/2026).

Dalam pidatonya, Presiden menegaskan bahwa perdamaian dan stabilitas adalah prasyarat utama bagi pertumbuhan ekonomi global yang berkelanjutan. Di tengah ketidakpastian dunia, Kepala Negara memaparkan ketangguhan ekonomi Indonesia yang tetap tumbuh kuat dengan inflasi terkendali di kisaran 2 persen serta defisit anggaran yang terjaga di bawah 3 persen dari PDB.

Presiden Prabowo turut memaparkan peta besar transformasi ekonomi melalui pembentukan sovereign wealth fund Danantara Indonesia yang mengelola aset senilai satu triliun dolar AS sebagai mitra strategis investor global. Selain industrialisasi, pembangunan manusia menjadi pusat strategi nasional melalui program makan bergizi gratis yang telah menjangkau 59,8 juta jiwa, pemeriksaan kesehatan gratis, serta transformasi pendidikan untuk memutus rantai kemiskinan dan mencetak SDM unggul yang berintegritas.

Dalam forum tersebut, Kepala Negara menekankan bahwa supremasi hukum dan pemberantasan korupsi adalah syarat mutlak terciptanya iklim investasi yang sehat.

Presiden menegaskan komitmen pemerintah dalam memerangi ekonomi keserakahan, menindak tegas praktik ilegal di berbagai sektor ekonomi, serta memastikan perlindungan bagi kelompok masyarakat yang paling rentan. Pemerintah pun menargetkan penghapusan kemiskinan ekstrem sepenuhnya dalam empat tahun ke depan.

Menutup pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan visi Indonesia sebagai negara yang terbuka terhadap integrasi ekonomi dunia namun tetap berpegang teguh pada prinsip keadilan dan kemandirian. Presiden menyampaikan keberhasilan swasembada beras hanya dalam satu tahun dan optimisme untuk swasembada pangan lainnya. Indonesia berkomitmen menjadi warga dunia yang bertanggung jawab dengan menjunjung tinggi prinsip seribu teman terlalu sedikit dan satu musuh terlalu banyak demi menjaga kedamaian serta kelestarian lingkungan global.

Sumber: BPMI Setpres

Tinggalkan Balasan