Cuaca Ekstrem Terjang Pasuruan: Longsor Akibatkan Rumah Warga di Tiga Kecamatan Rusak
PASURUAN-Jatim, Narasiberita.co.id- Intensitas hujan tinggi disertai angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Pasuruan dalam beberapa hari terakhir memicu bencana tanah longsor di sejumlah titik. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, setidaknya terdapat tiga kecamatan yang terdampak cukup parah pada akhir pekan kemarin (17-18 Januari 2026).
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, mengonfirmasi bahwa meski terdapat kerusakan bangunan yang signifikan, tidak ada korban jiwa dalam rangkaian peristiwa tersebut.
Berikut adalah rincian dampak cuaca ekstrem di beberapa wilayah lereng pegunungan:
Lokasi Kejadian
Pemilik Rumah
Detail Kerusakan
Desa Panditan, Kec. Lumbang
Mansur
Atap ambrol dan tembok belakang hancur tergerus longsor perbukitan.
Desa Ngadirejo, Kec. Tutur
Sri Rahayu
Bangunan kamar mandi rusak parah akibat longsor pada Sabtu sore.
Desa Karangrejo, Kec. Purwosari
Sodikin
Bagian dapur di belakang rumah ambruk akibat cuaca buruk.
Bencana di Desa Panditan terjadi pada Sabtu malam sekitar pukul 23.00 WIB. Pemilik rumah, Mansur, saat itu sedang berada di dalam rumah. Beruntung, kerusakan terkonsentrasi di area belakang sehingga korban terhindar dari reruntuhan material.
”Bagian belakang rumah memang berbatasan langsung dengan perbukitan. Karena gerusan air hujan yang sangat lebat dan angin kencang, tanah menjadi labil dan menimpa tembok rumah,” jelas Sugeng melalui sambungan seluler, Minggu (18/1/2026).
Pasca-kejadian, warga setempat bersama perangkat desa langsung bergerak melakukan gotong royong untuk membersihkan material longsor dan reruntuhan bangunan.
Mengingat kondisi cuaca yang masih fluktuatif, Sugeng Hariyadi mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di daerah rawan bencana, untuk tetap siaga.
”Kami mengimbau warga, terutama yang tinggal di lereng pegunungan, agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan saat hujan deras melanda. Segera cari tempat yang lebih aman jika curah hujan tinggi berlangsung dalam waktu lama,” imbau Sugeng. (Eka)
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.


















